{"id":2134,"date":"2019-11-14T02:13:25","date_gmt":"2019-11-14T02:13:25","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2134"},"modified":"2019-11-14T02:14:59","modified_gmt":"2019-11-14T02:14:59","slug":"teknologi-terkini-atasi-permasalahan-tulang-belakang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2019\/11\/14\/teknologi-terkini-atasi-permasalahan-tulang-belakang\/","title":{"rendered":"TEKNOLOGI TERKINI ATASI PERMASALAHAN TULANG BELAKANG"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>TINDAKAN MINIMAL INVANSIVE JADI ANDALAN DI RSOT SURABAYA &#8211; SELANGKAH LEBIH MAJU DALAM PELAYANAN BEDAH MINIMALIS PADA TULANG BELAKANG<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Tulang belakang sangat penting karena merupakan penyangga utama tubuh. Terdiri dari 33 ruas, setiap ruas pada tulang belakang mulai leher sampai pinggang bisa mengalami sakit. penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai kecelakaan, infeksi, proses degenerative, hingga tumor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masyarakat awam kerap mengaitkan nyeri pada tulang belakang dengan masalah pada saraf. Ini adalah konsep pemikiran yang kurang tepat, karena sebenarnya bagian yang justru harus diperhatikan adalah tulang dan sendi pada tulang belakang. Sebab, tulang dan sendi ini melindungi dan menjadi penopang saraf. Jika rusak akan timbul sakit karena tulang belakang akan menjepit saraf. Dengan mengembalikan strukturnya, ruang di dalam tulang belakang kembali normal sehingga saraf terlindung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RS Orthopedi &amp; Traumatologi (RSOT) Surabaya menawarkan tindakan <em>minimal invansive <\/em>&nbsp;untuk penanganan tulang belakang. Tujuannya melakukan\ntindakan seminimal mungkin namum mendapatkan hasil maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tindakan <em>minimal invansive <\/em>menggunakan alat endoskopi khusus untuk tulang belakang, dimana sayatan yang diperlukan hanya sekitar 8 mm, sehingga tidak merusak jaringan di sekitarnya. Bandingkan dengan operasi konvensional dengan luka operasi yang lebar dengan risiko pendarahan dan infeksi yang lebih besar. Rasa sakit pasca operasi dan proses pemulihannya juga akan lebih lama.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/pengganti-gambar-bulat-hal-05.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2136\" width=\"271\" height=\"239\"\/><figcaption>dengan bantuan C &#8211; Arm, tindakan tepat pada lokasi<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/foto-pengganti-hhal-07.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2137\" width=\"283\" height=\"191\"\/><figcaption>bekas luka operasi hanya 8 mm<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lewat tindakan <em>minimal invansive<\/em>, pasien hanya akan dibius lokal saat operasi. Mereka bisa tetap sadar selama penanganan dan dapat diajak berkomunikasi. Setelahnya, dalam satu atau dua hari pasien bisa pulang. Dan yang terpenting biaya yang dikeluarkan relatf lebih murah. Dalam satu kasus yang sama, tindakan <em>minimal invansive <\/em>bisa menghemat biaya hingga 1,5 kali lebih murah. Ini karena tidak adanya berbagai macam tindakan yang seharusnya tidak perlu untuk dilakukan saat proses tindakan dan pengobatan pasca operasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum melakukan tindakan <em>minimal invansive, <\/em>RSOT akan melakukan\npemeriksaan klinis, fisik, radiologi, sampai MRI untuk melihat detail dari\nsumber permasalahan yang dialami pasien. Dari semau data yang terkumpul,\nbarulah diformulasikan menjadi tindakan minimalis mana yang tepat sesuai kasus\npasien (<em>tailor made<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tindakan <em>minimal\ninvansive <\/em>sudah diterapkan di RSOT. Selain peralatan dengan teknologi\nterkini, tindakan ini juga dilakukan oleh dokter dengan spesialisasi khusus.\nApalagi, tindakan <em>minimal invansive <\/em>ini\nsifatnya <em>customize. <\/em>Jadi belum tentu\npada pasien A dan B tindakan yang dilakukan sama. Karena tindakan yang\ndilakukan akan tergantung masing\u2013masing kasus atau masalah pada tulang belakang\nyang dialami pasien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prinsip <em>minimal invansive <\/em>yang diterapkan di RSOT Surabaya yaitu melakukan tindakan seminimal mungkin dengan menjaga struktur jaringan lain agar tidak terkena risikonya. Karena jika tidak, maka saat umur 45 atau 50 penyakitnya bisa saja kambuh, dan dokter akan kesulitan memberikan penanganan lanjutan karena organ tubuh yang lain sudah terlanjur rusak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu contohnya adalah pemasangan pen pada tulang belakang. Tindakan ini akan membuat pasien kaku dan susah bergerak. Di RSOT, digunakan alat <em>Interspinosus <\/em>yang bisa memberikan hasil serupa namun tetap membebaskan pasien untuk bergerak leluasa. Dan yang paling penting pemasangan <em>interspinosus device <\/em>tersebut dapat dilakukan dengan teknik <em>minimal invansive, <\/em>tanpa sayatan lebar, seperti yang umunya digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk berbagai masalah tulang belakang\nlainnya, RSOT juga mengaplikasikan berbagai instrument alat, seprti <em>Micro Endoscopic Discectomy <\/em>(MED)\nataupun <em>Percutaneous Endoscopic Lumbal\nDiscectomy<\/em> (PELD) untuk punggung bawah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tindakan <em>minimal\ninvansive <\/em>ini cocok untuk semua umur, terutama orang tua. Karena pengobatan\npada kasus degenerative sifatnya mengurangi keluhannya, bukan meremajakan organ\ntubuh. pasien juga tidak perlu takut lagi dengan operasi, karena proses yang\nlebih cepat, pndarahan lebih sedikit, dan jangka waktu pemulihan yang lebih\nsingkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah semua gangguan pada tulang belakang\nbisa ditangani dengan tindakan <em>minimal\ninvansive <\/em>? Tidak, dokter akan melihat dari kasusnya. Misalkan bagian yang\nbermasalah ternyata terjadi pada <em>multilevel\n<\/em>atau area yang luas pada ruas tulang belakang ataupun sendi, sehingga\njangkauan yyang harus ditangani cukup lebar. Tapi jika yang bermasalah hanya\nsatu atau dua level maka bisa dilakukan tindakan <em>minimal invansive.<\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>tindakan minimal untuk saraf terjepit<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":2135,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[163,248,249,243,247,250,244,241,252,251,131,245,246,149,174,240,90,108,56,253,242,256,255,254,130],"class_list":["post-2134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-dokter-orthopedi","tag-endoscopic","tag-endoskopi","tag-hnp","tag-med","tag-minimal-invansive","tag-nyeri-punggung","tag-nyeri-tulang-belakang","tag-operasi-saraf-terjepit","tag-operasi-tulang-belakang","tag-orthopedic-surgeon","tag-peld","tag-percutaneous-endoscopic-lumbal-discectomy","tag-rs-orthopedi-traumatologi-surabaya","tag-rs-orthopedi-surabaya","tag-rs-surabaya","tag-rsot","tag-rsotsurabaya","tag-rumah-sakit","tag-saraf-kejepit","tag-saraf-terjepit","tag-spine","tag-spine-center","tag-spine-clinic","tag-surabaya"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2134"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2134\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}