{"id":1915,"date":"2018-09-05T02:11:48","date_gmt":"2018-09-05T02:11:48","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=1915"},"modified":"2019-09-18T06:54:32","modified_gmt":"2019-09-18T06:54:32","slug":"deteksi-dini-skoliosis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2018\/09\/05\/deteksi-dini-skoliosis\/","title":{"rendered":"Deteksi Dini Skoliosis"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>[bt_highlight]Jangan sepelekan anak kecil yang berjalan miring atau mempunyai pundak yang asimetris. Karena dua<br \/>\nhal tersebut merupakan gejala awal pembengkokan tulang belakang atau disebut juga skoliosis[\/bt_highlight].<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Mengapa manusia bisa berdiri tegak ?<\/strong><\/p>\n<p>Hal ini disebabkan karena memiliki tulang belakang. Tugas tulang<br \/>\nbelakang sungguh berat yakni menopang dua pertiga dari berat badan dan si sisi lain harus melakukan<br \/>\nbanyak gerakan tubuh.<\/p>\n<p><strong>Lantas bagaimana jika tulang penyangga manusia tersebut bengkok?<\/strong><\/p>\n<p>Skoliosis atau pembengkokan tulang belakang ke arah samping yang melebihi 10 derajat. Scoliosis akan<br \/>\ntampak seperti benjolan (punuk) pada bagian punggung sebelah atas, bawah, kiri, atau kanan. Ciri-ciri<br \/>\nlain tampak ketika penderita berdiri tegak badan akan tampak lebih condong ke satu sisi, kaki panjang<br \/>\nsebelah, dan bahu yang asimetris. Skoliosis dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga<br \/>\ndewasa.<\/p>\n<p>Masih banyak orang yang asing dengan penyakit ini. Namun, meskipun terdengar mengerikan, penyakit<br \/>\nskoliosis dapat dicegah agar tidak semakin parah atau semakin bengkok jika dikenali sejak dini.<\/p>\n<p><strong>Penyebab Skoliosis ?<\/strong><\/p>\n<p>Terdapat tiga penyebab atau faktor pemicu skoliosis, diantaranya genetik yakni terdapat riwayat<br \/>\nskoliosis pada keluarga penderita, kelianan saraf\/ otot, serta cidera atau infeksi tulang belakang. Namun,<br \/>\nkejadian yang lebih sering ditemui pada kasus skoliosis adalah faktor idiopatik atau belum diketahui<br \/>\npasti penyebabnya.<\/p>\n<p><strong>Pengaruh gaya hidup terhadap skoliosis ?<\/strong><\/p>\n<p>Bagi penderita skoliosis, gaya hidup juga mempengaruhi bertambah parah atau tidaknya pembengkokan<br \/>\npada tulang belakang. Postur duduk yang kurang baik yakni melengkung dan sering membawa tas berat<br \/>\ndi satu sisi akan membuat tulang belakang semakin bengkok.<\/p>\n<p>Yang harus diingat adalah membawa tas yang terlalu berat tidak akan mengakibatkan skoliosis kecuali<br \/>\nbagi anda yang memiliki riwayat keluarga terkena skoliosis.<\/p>\n<p><strong>Penanganan skoliosis ?<\/strong><\/p>\n<p>Apabila anggota keluarga anda terkena skoliosis, maka sebaiknya anda menemui dokter spesialis<br \/>\northopedi, khususnya ahli tulang belakang. Di RS. Orthopedi &amp; Traumatologi (RSOT) Surabaya sendiri<br \/>\ntelah menyediakan layanan sub spesialistik khusus tulang belakang.<\/p>\n<p>Sebelum dilakukan penanganan, biasanya dokter di RSOT akan melakukan observasi atau pengamatan<br \/>\ndalam jangka waktu 3-6 bulan untuk mengetahui apakah skloliosis yang dialami penderita termasuk ke<br \/>\ndalam skoliosis progresif atau tulang mengalami bengkok terus-menerus atau tidak.<\/p>\n<p>Setelah observasi barulah diketahui apakah scoliosis tergolong scoliosis ringan atau scoliosis tingkat<br \/>\nberat. Untuk scoliosis ringan maka akan dilakukan penanganan non-bedah yakni dengan physical therapy dan pemasangan brace atau penyangga tulang belakang. Selain itu pasien skoliosis ringan dapat<br \/>\npula melakukan olahraga berenang agar kondisinya tidak bertambah buruk. Untuk skoliosis tingkat berat<br \/>\nyakni ketika sudut bengkok di atas 40 derajat, maka perlu dilakukan tindakan operasi dengan<br \/>\npemasangan pen pada tulang belakang guna mengembalikan tulang belakang pada posisi semula.<\/p>\n<p>\u201cRSOT telah melakukan screening ke sekolah-sekolah untuk mendeteksi kelainan tulang belakang secara<br \/>\ndini. Karena biasanya justru orang-orang di sekitar penderita yang memberitahu ada yang berbeda<br \/>\ndengan postur tubuhnya. Untuk itulah sebaiknya para orang tua peka dan memperhatikan pertumbuhan<br \/>\nanaknya serta mengenal ciri-ciri skoliosis agar tidak semakin parah\u201d Ujar dr.Carlos Gracia, Sp.OT.<\/p>\n<p>artikel terkait deteksi dini skoliosis, <a href=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/2019\/08\/22\/kurangnya-awareness-orangtua-rsot-surabaya-mengadakan-gerakan-masyarakat-sadar-skoliosis\/\">klik disini.<\/a><\/p>\n<figure id=\"attachment_1916\" aria-describedby=\"caption-attachment-1916\" style=\"width: 1200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1916 size-large\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/drCarlosGraciaBintiSpOT-Jadwal-1200x438.jpg\" alt=\"dr. CarlosGraciaBinti, Sp.OT (K)\" width=\"1200\" height=\"438\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/drCarlosGraciaBintiSpOT-Jadwal-1200x438.jpg 1200w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/drCarlosGraciaBintiSpOT-Jadwal-320x117.jpg 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/drCarlosGraciaBintiSpOT-Jadwal-768x280.jpg 768w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/drCarlosGraciaBintiSpOT-Jadwal-540x197.jpg 540w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/drCarlosGraciaBintiSpOT-Jadwal-600x219.jpg 600w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/drCarlosGraciaBintiSpOT-Jadwal.jpg 1700w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1916\" class=\"wp-caption-text\">dr. CarlosGraciaBinti, Sp.OT (K)<\/figcaption><\/figure>\n<p>#RSOTSby<br \/>\n#RSOTSurabaya<br \/>\n#RSOrthopedi&amp;Traumatologi<br \/>\n#RSOrthopedi&amp;TraumatologiSurabaya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[bt_highlight]Jangan sepelekan anak kecil yang berjalan miring atau mempunyai pundak yang asimetris. Karena dua hal tersebut merupakan gejala awal pembengkokan tulang belakang atau disebut juga skoliosis[\/bt_highlight]. Mengapa manusia bisa berdiri tegak ? Hal ini disebabkan karena memiliki tulang belakang. Tugas tulang belakang sungguh berat yakni menopang dua pertiga dari berat badan dan si sisi lain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1917,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[172,165,166,168,169,171,61,50,131,170,167,90,108,112,81,111,110,62],"class_list":["post-1915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-bedah-orthopedi","tag-deteksi-dini-skoliosis","tag-gerakan-masyarakat-sadar-skoliosis","tag-mencegah-skoliosis","tag-oenanganan-skoliosis","tag-operasi-skoliosis","tag-orthopedi","tag-orthopedic","tag-orthopedic-surgeon","tag-penanganan-skoliosis","tag-pencegahan-skoliosis","tag-rsot","tag-rsotsurabaya","tag-sadar-skoliosis","tag-scoliosis","tag-scoliosis-awarness","tag-skoliosis","tag-surabayaorthopedi"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1915"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1915\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}